MUSRENBANG RKPA 2020

Rabu, 10 April 2019 PEMERINTAH ACEH

Oleh admin

Pimpinan DPRA, Drs. H. Sulaiman Abda, M.SI menghadiri pembukaan Musrenbang Aceh Tahun 2019 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2020. Acara ini resmi dibuka Plt.Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T. pada hari Rabu, 10 April 2019 pukul 09.00 WIB di Ballroom Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.

Mengawali sambutannya, Plt.Gubernur Aceh terlebih dahulu mengucapkan selamat datang kepada para narasumber; Bapak Dr. Adnan Ganto, MBA, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si, Dr. Ir. Taufik Hanafi, MUP, dan Bapak. Ir. Iwan Nurwanto M.Soc.Sci. dan kepada seluruh Unsur Forkopimda Aceh serta para Tamu Undangan yang telah hadir dalam forum ini. “Musrenbang tahun ini merupakan musrenbang kedua dalam masa kepemimpinan kami. Tentunya kami sangat mengharapkan agenda Musrenbang ini bukan hanya sekedar formalitas dan rutinitas, tapi forum ini harus menjadi milestone penyusunan perencanaan 2020 dalam rangka mewujudkan APBA 2020 tepat waktu dan berkualitas.”

Plt.Gubernur Aceh juga menyampaikan bahwa perkembangan beberapa indikator makro pembangunan Aceh menunjukkan trend yang positif, “Harus kami akui pertumbuhan itu memang tidak meningkat drastis, tetapi trend positif pembangunan di Aceh itu ada. Pertumbuhan ekonomi Aceh Tahun 2018 mencapai 4,61 persen, angka kemiskinan dan tingkat pengangguran mengalami penurunan sebesar 15,68 persen dan 6,36 persen pada Tahun 2018. Begitu juga indikator ketimpangan pendapatan antar individu yang diukur dengan Indeks Gini Rasio menunjukkan nilai yang semakin kecil yaitu 0,318. Selanjutnya, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM semakin tinggi mencapai 70,6 pada Tahun 2017, serta tingkat inflasi Tahun 2018 sebesar 1,84 persen yang merupakan provinsi yang inflasinya terendah keempat secara nasional. Di sisi yang lain, walaupun kinerja indikator makro kita menuju arah positif, namun masih ada permasalahan yang harus kita selesaikan secara kolaboratif antara Pemerintah, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai upaya akselerasi menuju Aceh Hebat.”

Seperti yang disampaikan Pimpinan DPRA, Drs. H. Sulaiman Abda, M.SI, dalam tayangan video di acara Musrenbang Aceh 2019 ini menyebutkan bahwa “Permasalahan tingginya ketergantungan ekonomi Aceh terhadap belanja pemerintah Aceh sudah menjadi momok di Aceh.”

Plt. Gubernur Aceh menambahkan, bahwa “defisit perdagangan antar daerah masih tinggi; realisasi investasi swasta masih terbatas; dan, industri pengolahan belum berkembang di Aceh. Hal tersebut di atas merupakan salah satu faktor penyebab perlambatan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Untuk itu, dalam Musrenbang kali ini, kami sengaja mengundang narasumber dari kalangan Swasta dan Pemerintah untuk mendapat masukan yang lebih realistis terhadap percepatan penyelesaian beberapa permasalahan tersebut. Kami menyadari penyelesaian permasalahan tersebut mensyaratkan collaborative governance melalui pendekatan quadro helix di mana Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi dan Komunitas dapat bersinergi secara berkesinambungan dalam mewujudkan pembangunan Aceh yang lebih baik.”

Plt. Gubernur Aceh mengingatkan lagi seluruh hadirin, bahwa “pernyataan dari Bapak Sulaiman Abda di tayangan video tadi itu memang benar, APBA masih menjadi instrumen utama untuk mendorong pendekatan quadro helix dimaksud, maka kita perlu memberi perhatian lebih fokus terhadap kualitas APBA, sehingga menjadi stimulus dalam percepatan pembangunan Aceh sebagaimana di amanatkan dalam RPJMA 2017-2022. Untuk memastikan kualitas APBA, mulai tahun ini Pemerintah Aceh telah melakukan beberapa inovasi kebijakan sebagaimana telah dilaporkan oleh Kepala BAPPEDA Aceh, termasuk penyempurnaan aplikasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi dan komprehensif. Penggunaan aplikasi tersebut sudah kami launching pada hari Selasa 9 April 2019.”

Sejalan dengan kondisi tersebut, Pemerintah Aceh telah merumuskan tema RKPA 2020 yang selaras dengan tema RKP Nasional yaitu “Pertumbuhan yang berkelanjutan, Peningkatan Daya Saing SDM dan Infrastruktur yang Terintegrasi,” dengan enam prioritas pembangunan Aceh, yaitu:

  1. Hilirisasi komoditas dan peningkatan daya saing produk/jasa unggulan,
  2. Pembangunan infrastruktur terintegrasi,
  3. Peningkatan kualitas lingkungan dan penurunan resiko bencana,
  4. Pembangunan sumberdaya manusia,
  5. Reformasi birokrasi dan penguatan perdamaian,
  6. Penguatan penerapan Dinul Islam dan budaya Aceh.

Dalam Acara Musrenbang 2019 ini Plt. Gubernur Aceh meminta kepada seluruh SKPA untuk mengusulkan program kegiatan sesuai dengan tema dan prioritas tersebut di atas dengan menggunakan pendekatan Evidence Based Planning dan Money Follow Program.

Dengan demikian, pengalokasian anggaran untuk masing-masing SKPA tidak dibatasi hanya pada pagu indikatif. Pendekatan ini akan melahirkan kompetisi yang objektif antar SKPA dalam mendapatkan besar kecilnya alokasi pagu anggaran Tahun 2020.

Plt. Gubernur Aceh meyakini kompetisi tersebut mampu menghasilkan usulan kegiatan/proyek strategis dan monumental yang memiliki korelasi kuat untuk memacu pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antar wilayah, menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan serta kualitas pelaksanaan Syariat Islam.

Plt. Gubernur Aceh juga mengharapkan kepada Pimpinan dan Anggota DPRA untuk menyepakati alokasi anggaran yang cukup bagi Kegiatan/Proyek Strategis dan Monumental pada saat Pembahasan Anggaran, sehingga kedepan kita tidak menemukan lagi kegiatan yang terbengkalai dan tidak fungsional akibat dukungan anggaran yang tidak mencukupi.

Melalui forum ini, Plt. Gubernur Aceh mengajak para Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota se-Aceh untuk seiring sejalan dengan Pemerintah Aceh dalam mengusulkan program kegiatan strategis dan monumental yang akan dibiayai oleh DOKA dan APBA sesuai dengan tema dan prioritas pembangunan Aceh 2020.

Selanjutnya, melalui para pihak yang mewakili Menteri PPN/Bappenas, Menteri Dalam Negeri dan Menteri PUPR, Plt. Gubernur Aceh mengharapkan dukungan Pemerintah Pusat untuk memasukkan program kegiatan percepatan pembangunan Aceh sebagai Proyek Strategis Nasional (Major Project) dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 sebagai berikut:

  1. Melanjutkan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 sampai tuntas dan fungsional.
  2. Menambah Proyek Strategis Nasional (PSN) baru, yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Dataran Tinggi Gayo Alas (KSPN-DTGA), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pantai Barat Selatan Aceh, Terowongan Geureutee dan Banda Aceh Outer Ringroad (BORR), serta infrastruktur pendukung pelaksanaan PON 2024 di Aceh.
  3. Selanjutnya beberapa usulan pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota yang mendukung lima prioritas nasional yang sudah diusulkan secara online dalam aplikasi KRISNA-SELARAS antara lain;
    1. Infrastruktur Pendukung Diluar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe;
    2. Pengendalian Banjir Aceh Singkil;
    3. Jalan Nasional Geumpang-Pameu;
    4. Pengendalian Banjir Kreung Tripa Dan Tamiang;
    5. Pengembangan Jaringan Daerah Irigasi Krueng Pase Dan Alue Ubay.

 

Pada kesempatan kali ini Plt. Gubernur Aceh juga mengucapkan selamat kepada Kabupaten Aceh Barat dan Kota Banda Aceh sebagai Juara 1 Kategori Kabupaten dan Kota penerima Anugerah Perencanaan Pembangunan Daerah Prof. A. Madjid Ibrahim yang Ke-V, dan terima kasih kepada Kabupaten/Kota lainnya yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Plt. Gubernur Aceh juga mengucapkan selamat kepada Kabupaten Aceh Barat yang masuk Nominasi Tahap Ketiga pada Anugerah Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Bappenas.

Demikian diantara beberapa tahapan acara pembukaan Musrenbang tahun 2019 dalam rangka RKPA Tahun 2020 di Ballroom Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Sesuai dengan agenda, forum Musrenbang ini berlangsung sampai dengan 4 Mei 2019.

(ist.)