AUDIENSI PERWAKILAN KEDUTAAN INGGRIS

Kategori : AUDIENSI Selasa, 22 Januari 2019

Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Azhari, S. IP bersama para Anggota Komisi I DPRA, Buhari Selian dan H. M. Saleh, S.Pdi, M.Si menerima audiensi Perwakilan Kedutaan Inggris untuk Indonesia, Ramon Sevilla sebagai Political Officer dan Ardi Hendarto sebagai Asisten Political Officer pada Kedutaan Inggris pada hari Selasa, 22 Januari 2019, pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRA.

Dalam sambutannya Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Azhari, S. IP menyambut baik kedatangan para tamu utusan dari Kedutaan Inggris untuk Indonesia dan juga menjelaskan tugas pokok dan fungsi Komisi I di DPRA yang membidangi sektor Hukum, Politik Dan Pemerintahan di Aceh diantaranya seperti yang tercantum dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 pada Bab IV Kewenangan Pemerintahan Aceh Dan Kabupaten/Kota. “Berdasarkan Undang-Undang ini Aceh diberi kesempatan untuk menjalin hubungan langsung dengan Pihak Luar Negeri termasuk dengan Pemerintah Inggris untuk kemajuan Aceh.” ujar Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Azhari, S. IP dalam sambutannya.

Sesaat setelah Ketua Komisi I DPRA menutup sambutannya. Political Officer, Ramon Sevilla diberi kesempatan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya menyampaikan bahwa “Kedutaan Besar Inggris ingin mengetahui kondisi dan situasi Aceh menghadapi Pelaksanaan Pemilu Serentak pada 17 april 2019 di Aceh. Karena informasi dari luar aceh terdengar masih rawan. Apalagi terkait pemilu kali ini memang pertama sekali di dunia, pemilu Calon Anggota Legislatif DPR-RI, DPRA, DPRK dan Calon Presiden bersama Wakil Presiden pasti membutuhkan proses yang sangat kompleks dalam pelaksanaannya.”

Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Azhari, S. IP menjawab pertanyaan dari Pihak Kedutaan Inggris, bahwa “tidak ada keributan di Aceh seperti issue-issue yang saudara Ramon dengar. Seperti saat saudara sampai di bumi Aceh. Apakah saudara ada diganggu? Apakah saudara tidak dilayani dengan ramah? Lihatlah disekeliling anda saat ini, apakah diantara kami ada yang tidak tersenyum?. Untuk lebih meyakinkan anda silahkan keliling Aceh. Aceh terkenal dengan daerah seribu warung kopi. Silahkan anda cicipi kopi dan lihat situasi di warung itu, karena biasanya orang aceh suka berkumpul di warung kopi dan bahkan berbisnis (berkantor) di warung kopi”.

Anggota Komisi I DPRA, Buhari Selian menambahkan, bahwa “Kampung saya berbatasan dengan daerah Sumatera Utara. Di wilayah saya itu masyarakatnya berasal dari berbagai suku dan agama. Dikampung saya juga sampai saat ini tidak ada keributan dalam hal suku agama apalagi terkait pemilu nanti.”

Anggota Komisi I DPRA, H. M. Saleh, S.Pdi, M.Si turut memberi apresiasi terhadap pertanyaan tamu audiensi ini, bahwa “di aceh tidak ada keributan terkait pemilihan legislatif. Kita lihat banyak atribut-atribut calon legislatif seperti spanduk, umbul-umbul dan baliho tidak ada yang dirusak. Yang ribut-ribut itu justru terkait Pemilihan Presiden. Tapi ribut-ributnya juga sebatas di dunia maya atau medsos. Saya yakin rakyat aceh mulai memahami dan mengerti makna demokrasi. Masyarakat aceh memang kulturnya saling menghargai antar sesama dan aqidah ke-islaman nya yang kuat. Kami semua sudah tidak ingin ada lagi pertikaian karena sekarang ini saat nya untuk memajukan aceh.”

Demikian acara pertemuan berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan pertemuan berakhir sampai dengan pukul 12.00 WIB.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32