PENYERAHAN RAQAN RPJMA 2017-2022

Kategori : RAPAT KOORDINASI DEWAN Jumat, 07 Desember 2018

Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRA, H. Dahlan Jamaluddin, S.IP. tim yang membahas dan menyelesaikan Rancangan Qanun Aceh Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022 telah selesai menyusun Draft Raqan RPJMA Tahun 2017-2022 dan diserahkan kepada Pimpinan DPRA, Drs. H. Sulaiman Abda, M.Si di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRA pada hari Jum’at, 07 Desember 2018. Turut hadir dalam agenda ini para Anggota Tim Pansus DPRA dan para Tenaga Ahli dari Perguruan Tinggi di Aceh.

Rancangan Qanun ini selesai disempurnakan setelah diselenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum oleh Tim Pansus di Gedung Utama DPRA (24/10).

Maksud penyusunan RPJMA Tahun 2017-2022 adalah untuk menyediakan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah Aceh untuk periode lima tahun, yang memuat visi, misi Kepala Daerah, arah kebijakan, strategi dan program pembangunan.

Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRA menyelesaikan pembahasan Rancangan Qanun Aceh Tentang RPJMA Tahun 2017-2022 bersama mitra kerja, baik dari Pemerintah Aceh dan Tenaga Ahli. Dan diharapkan setelah penyerahan kepada Pimpinan DPRA untuk dijadwalkan pada tahapan selanjutnya yaitu masuk dalam agenda pembahasan Sidang Paripurna untuk di sah kan menjadi Qanun Aceh.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah diwajibkan untuk Menyusun dan Menetapkan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Peraturan Daerah (PERDA). RPJMD adalah Dokumen Perencanaan Daerah untuk periode 5 (lima) tahunan yang merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah yang memuat Tujuan, Sasaran, Strategi, Arah Kebijakan Pembangunan Daerah dan Keuangan Daerah, serta Program Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

RPJMD disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Agar pembangunan dapat memberikan hasil yang optimal, maka RPJMD harus pula memperhatikan dan mempertimbangkan aspek-aspek pembangunan spasial yang telah digariskan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

RPJM Aceh 2017-2022 merupakan tahapan pembangunan ketiga dari RPJP Aceh 2005-2025. Tahapan ini memfokuskan pada pemantapan basis pengembangan Industri Manufaktur. Sejalan dengan hal tersebut fokus pembangunan juga menguatkan Agroindustri yang belum berkembang secara optimal pada tahapan pembangunan sebelumnya.

Tujuan penyusunan RPJM Aceh Tahun 2017-2022 adalah sebagai berikut;

  1. Menjabarkan visi dan misi dalam bentuk strategi, arah kebijakan, dan menetapkan program pembangunan daerah;
  2. Menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Pemerintah Aceh, dan perencanaan serta penganggaran;
  3. Menjadi acuan dalam penyusunan RPJMD Kabupaten dan Kota;
  4. Mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang sinergis dan terpadu antara perencanaan pembangunan Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota serta dengan Provinsi yang berbatasan.

(*/*)

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32