RDPU RAQAN TENTANG PENGELOLAAN DAERAH SUNGAI TERPADU

Kamis, 22 November 2018 RAPAT DENGAR PENDAPAT UMUM

Oleh admin

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Drs. H. Sulaiman Abda, M.Si bersama Ketua Komis IV DPRA, Tgk. Anwar Ramli, S.Pd dan Plt. Gubernur Aceh yang diwakilkan Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Dr. Amrizal J. Prang, SH., LL.MM dalam pembukaan acara Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Terhadap Rancangan Qanun Aceh Tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu pada hari Kamis, 22 November 2018 pukul 10.00 WIB di Gedung Utama DPRA.

Hadir dalam RDPU tersebut Para Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRA, Biro Hukum Setda Aceh, dan seluruh peserta RDPU, serta insan Pers baik cetak maupun elektronik

Daerah aliran sungai merupakan kesatuan ekosistem yang utuh dari hulu sampai hilir yang terdiri dari unsur-unsur utama tanah, vegetasi, air maupun udara dan memiliki fungsi penting dalam pembangunan.

Pengelolaan dan pengendalian daerah aliran sungai di aceh sangat diperlukan mengingat wilayah aceh yang besar dan sangat rentan terhadap bencana alam serta krisis air yang dapat ditiimbulkan karena tidak adanya peraturan yang jelas.

Seperti diketahui bahwa kerusakan daerah aliran sungai di provinsi aceh dewasa ini semakin memprihatinkan, sehingga mengakibatkan bencana alam, banjir, tanah longsor, krisis air dan/atau kekeringan yang telah berdampak pada perekonomian dan tata kehidupan masyarakat aceh.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Drs. H. Sulaiman Abda, M.Si menyampaikan bahwa, ”Berdasarkan perkembangan yang ada, Kami merasa perlu membentuk Qanun Aceh Tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu. Dan substansi Qanun pengelolaan D.A.S. terpadu ini akan mengatur mulai dari tahapan Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi, hingga Pembinaan dan Pengawasan juga Peran serta dan Pemberdayaan Masyarakat, termasuk juga Pendanaan pelaksanaan pengelolaannya.”

“Selanjutnya Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi IV DPRA yang diketuai oleh saudara Tgk. Anwar Ramli, S.Pd yang telah melakukan pembahasan rancangan qanun bersama tim Pemerintah Aceh dan turut dibantu oleh Tenaga Ahli beserta Staf sehingga dapat dibawa dalam RDPU pada hari ini.”

Seusai menyampaikan kata sambutan, Pimpinan DPRA menyerahkan sepenuhnya Pimpinan Rapat kepada Ketua Komisi IV DPRA untuk melanjutkan acara sesuai dengan agenda RDPU hari ini.

(*/*)