Komisi I DPR Aceh menghadiri undangan kehormatan Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar pada hari Selasa (5/5). Rombongan Komisi I DPR Aceh dipimpin oleh                       Tgk. Muhammad Yunus Yusuf (Ketua) dan didampingi Drs. H. Taufik, MM (Wakil Ketua), Saiful Bahri (Sekretaris), H. Ridwan Yunus, SH, drh. Nuraini Maida, Bardan Sahidi, Darwati A.Gani, Fuadri, S.Si, M.Si, Tgk. H. Attarmizi Hamid dan Edi Kamal, A.Md.Kep masing-masing sebagai Anggota.

Kunjungan menggunakan Bus Sekretariat DPR Aceh yang sudah diatur protokol Covid-19. Sesampai di Lanud SIM, rombongan langsung disambut secara salam protokol Covid oleh Danlanud Kolonel Pnb. Hendro Arief H, S.Sos dan turut didampingi oleh Letkol .Adm. Drs. Teratur Sembiring, MM (Kadis Pers), Letkol. Agung Pas Setyo Budi, SH (Kadis Ops), Letkol. Kal. Julianto, ST (Kadis Logisistik), Mayor Sus Indra Paulus, S.IP (Kepala Intel), Mayor Kal Ismail, SE (Ka. Ada), Mayor POM Atut Pambudi, SH (Dansat POM) dan Letda. Chandra (Kasie Bintal).

Acara ini di kemas dalam bentuk protokol Covid-19 dimana semua peserta rapat menggunakan masker, dan di gelar di luar ruangan tepatnya di loby markas Lanud. Selanjutnya Danlanud menyampaikan sambutan yaitu sangat berterima kasih dan sebuah kehormatan dapat mengunjungi Lanud SIM. Selanjutnya Danlanud menyampaikan bahwa setiap pertemuan lebih dari 5 orang harus di laksanakan di luar ruangan dan memohon maaf karena situasi kita sekarang dalam pandemi covid-19 harus demikian.

Lanud SIM sebagai base pendistribusian Alat Pelindung Diri (APD) sudah 6 (enam) kali mendapat pengiriman dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional. Seperti diketahui bandara umum ditutup sampai dengan tanggal 24 Mei 2020 karena dianggap sebagai hotspot penyebaran Covid-19, namun maskapai Garuda Indonesia sudah mengajukan permintaan khusus ke Kemnhub untuk penerbangan terbatas dan tinggal menunggu release dan sedangkan untuk maskapai Lion Group seperti Lion Air dan Batik Air ditolak oleng Kemenhub karena belum memenuhi syarat. Penerbangan sekarang hanya dilakukan penerbangan khusus untuk kebutuhan kemanusian yang melayani sekitar 8 sampai dengan 10 penerbangan per hari.

TNI AU siap membantu daerah terpencil apabila dibutuhkan pendistribusian logistic maupun APD seperti yang telah dilakukan di Papua.  Selanjutnya LAnud SIm mendukung penuh pelaksanaan PON Aceh-Sumut seperti mengambil ajang perlombaan yang bernaung dibawah PASI seperti (terjun paying, terbang layang dan air modelling), karena kita telah bersusah payah merebut menjadi tuan rumah maka harus kita persiapkan segala proses pelaksanaan nantinya berikut juga venue. Selanjutnya Lanud SIM memerlukan perluasan lahan untuk dapat ditingkatkan menjadi Tipe-A karena seluruh Indonesia ada 4 Lanud Tipe B yang diajukan naik tipe menjadi A yaitu Aceh, Kupang, Manado dan Marauke sedangkan yang sudah release hanya Kupang dan Manado, sedangkan Aceh dan Marauke masih pending. Namun apabila naik menjadi Tipe A nantinya dibutuhkan persiapan lahan dan teknis lainnya seperti akan digelar 2 (dua) skuadron tempur. Danlanud SIM sangat berharap kerja sama dari semua pihak untuk Aceh yang lebih baik.

Selanjutnya Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. Muhammad Yunus Yusuf dalam sambutan singkatnya menyatakan bahwa ini merupakan pertemuan pertama antara Lanud SIM dengan Komisi I DPR Aceh periode 2019-2024 dan semoga menjadi awal yang baik. “Kami sangat antusias karena sudah difasilitasi pertemuan oleh Danlanud dan berharap agar pendemi Qif-19 segera berlalu”, tegas politisi Partai Aceh ini.

“Selanjutnya Komisi I DPR Aceh siap membantu kebutuhan Lanud SIM dalam meningkatkan status Tipe menjadi Tipe A dan juga kebutuhan administrasi lainnya dan sekali lagi kami siap mengawalnya”, tegas Tgk. Yunus begitu akrab dipanggil.

Fuadri, S.Si, M.Si selaku Anggota Komisi I DPR Aceh menambahkan bahwa APD yang dikirim ke Aceh berasal dari mana dan bagaimana peran Lanud SIM dalam memberantas narkoba melalui bandara SIM? Pertanyaan langsung di jawab oleh Danlanud bahwa APD dikirim langsung oleh Tim Gugus Tugas Nasional yang di distribusikan ke setiap daerah termasuk Aceh dengan rute Halim Perdana Keusuma sebagai gudang Nasional lanjut ke Padang/Pekanbaru terus ke Aceh dan balik ke Medan-Batam dan terakhir kembali ke Halim. Terkait dengan peredaran narkoba Lanud SIM berkerjasama dengan pihak terkait telah menggalkan penyelundupan narkoba sebanyak 11 kasus baik ganja maupun sabu.

Kemudian Anggota Komisi I lainnya, Bardan Sahidi menyatakan bahwa seharusnya Lanud SIM harus upgrade menjadi Tipe A jangan seperti semut main gitar (kiasan tidak setimpal-red) Bandara nya Internsional tapi Lanudnya Tipe B, dan mohon disampaikan segala administrasi yang diperlukana ke Pemerintah Aceh dan diteruskan ke DPR Aceh khususnya Komisi I DPR Aceh agar dapat segera di proses. “Kami sangat mendukung apa yang dibutuhkan oleh Lanud SIM sebagai garda pengawasan udara Indonesia wilayah barat”, tegas Bardan.  Terkait PON maka kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Lanud SIM baik atlit maupun lainnya khusus cabang olah raga PASI.” Dan ada sedikit pertanyaan dan juga permohonan dari kami yaitu bagaimana prioritas prajurit TNI AU dari putra-putri Aceh? Dan mohon juga menjadi prioritas”, tegas dan tanya lagi Bardan.

Danlanud menyampaikan bahwa sangat senang mendapat dukungan upgrade Tipe Lanud SIM menjadi Tipe A dan semoga dapat terwujud. Selanjutnya Aceh telah ditetapkan menjadi Hub Umrah ke Mekah dan perlu di dorong untuk dimanfaatkan sebagai tujuan wisata tidak hanya pesawatnya transit, isi minyak, naikkan penumpang tapi ke depan boleh dipikirkan orang umrah menetapn beberapa hari di Aceh sebagai tujuan wisata islami karena Aceh Serambi Mekah. Selanjutnya calon prajurit TNI AU yang mengikuti seleksi melalui Lanud SIM tetap diprirotas dari putra daerah dimana pada seleksi terdahulu kita melewatkan 7 calon tamtama, 4 bintara dan 1 taruna.

Pada kesempatan terakhir, Anggota DPR Aceh Darwati A. Gani menyampaikan ada masukan dari warga terkait mohon ditutup bandara dan sudah disampaikan secara gamblang bahwa bandara tidak bisa tutup karena juga melayani keperluan logistik seperti distribusi barang dan Alkes sedangkan untuk penerbangan umum sudah dihentikan. Kami juga sangat tersanjung dapat berhadir ke Lanud SIM dan berkesempatan di sebut Ketua kami di ISI oleh Komanda Lanud. Semoga ke depan kita dapat bekerja sama untuk Aceh yang lebih baik serta kita bisa mencoba bersepeda menyelusuri trek Radar sekitar Lanud SIM untuk mempererat silaturrahmi antar lembaga.

Dalam amanat penutupnya, Danlanud SIM Kolonel Pnb. Hendro Arief H, S.Sos memberikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Komisi I DPR Aceh dan tentunya ke depan berharap bisa ditindaklanjuti demi kebaikan bersama ke depan dan terkait peningkatan Tipe Lanud SIM menjadi Tipe A menjadi harapan ke depan.